kau lepas lembah arau kau lepas lembah anai

ingatanmu gumpal di lekuk tebing di landai pantai

*

kami lepas lambai kau ingatlah panjang jalan

sajak harum bakal orang mencium titip di tiap kelokan

dan bunyi saluang dan tuah dendang bawalah

agar kau ingat pada ranah tempat raja pernah bertitah

*

di bukit jirek nan penuh jejak sepatu orang-orang bersenapan

kau ceritakan muasal sakit nasi kapau dalam tiap suapan

kami lepas lambai kau ingatlah panjang jalan

tentang tuan yang merebus daun kopi agar dibiarkan

dan bunyi ketipak terompak kuda penarik bendi

suatu kali bakal jadi gaungan lindap dalam setiap diri

*

agar kau nikmat agar kita bersua di lain masa

simpan dulu pandangan lama lepas dulu kedipan mata

isyarat pecah bulan dan terserak di batang kuranji

kulantunkan itu dendang agar kau tak memutus tali

kami lepas lambai kau ingatlah panjang jalan

dari penyeberangan bakal tersiar kabar persuaan

dan melupa dulu melupalah dulu tiap kelokan yang diingat

biar mengurung itu rindu lalu jadi buncah yang teramat

Kandangpadati, 2008