Sayembara Menulis Novel DKJ 2008 merupakan sayembara serupa kedua yang diadakan DKJ periode 2006—2009. Sebelumnya, pada 2006, sayembara menulis novel diikuti oleh sekitar 249 naskah dari 260 naskah yang masuk ke panitia. Dewan Juri yang terdiri dari Apsanti Djokosujatno, Ahmat Tohari, dan Bambang Sugiharto akhirnya memutuskan para pemenangnya adalah: Hubbu karya Mashudi (Juara I), Mutiara Karam karya Tusiran Suseno (Juara II), Jukstaposisi karya Calvin Michel Sidjaja (Juara III), Gelonggong karya Junaedi Setiyono (Juara Harapan I) dan Lanang karya Yonathan Rahardjo (Juara Harapan II).

Sementara Sayembara Menulis Novel DKJ 2008 diikuti oleh 244 naskah dari 278 yang masuk ke panitia. Ada sekitar 32 naskah yang tidak lolos syarat administrasi. Dewan Juri yang terdiri dari Kris Budiman, Linda Christanty, dan Seno Gumira Ajidarma kini sedang membaca kembali 15 naskah unggulan yang sudah mereka sepakati pada rapat Sabtu, 6 November 2008. Para pemenang (Juara I—III, kali ini tidak ada Juara Harapan I dan II) baru akan diumumkan di Malam Anugerah Sayembara Novel DKJ 2008 yang akan diselenggarakan di Teater Kecil, Jumat, 12 Desember 2008, pukul 20.00 WIB—selesai.

Begitulah, sayembara menulis novel telah ikut membangkitkan minat menulis novel bagi kalangan pencinta sastra Indonesia.Secara jumlah terjadi peningkatan peserta yang terus-menerus. Sayembara kali ini misalnya diikuti oleh para penulis dari berbagai kalangan usia, latar pendidikan, dan tempat tinggal, tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Sementara dari segi kualitas memang harus diakui belum terjadinya gebrakan atau terobosan yang luar biasa setelah Saman karya Ayu Utami menjadi bintang dalam Sayembara Menulis Roman DKJ 1997 dan menjadi bahan telaah dan perbincangan hangat hingga hari ini.

Akan tetapi, sebagai sebuah program yang sudah berlangsung sejak 1974 (sempat terhenti dan berganti menjadi Hadiah Buku Utama) sayembara menulis novel merupakan tradisi sastra khas DKJ yang mesti dirawat dan ditinjau ulang terus-menerus. Setiap kali hasil sayembara diumumkan kita mendapatkan semacam peta baru novel Indonesia sedang dicoba tata ulang. Ada yang baru tumbuh di antara tonggak-tonggak lama yang masih tetap kokoh berdiri. Ada yang mencoba melampaui para pendahulu mereka, meski tidak jarang “berteduh” di bawah bayang-bayang sang pendahulu. Begitulah, sayembara ini telah melahirkan jawara-jawara baru prosa Indonesia, baik yang sudah punya nama maupun yang baru sama sekali.

Pada sayembara kali ini kami masih tetap berharap, sebagaimana yang kami nyatakan dalam maklumat, lahirnya novel-novel berbahasa Indonesia yang memperlihatkan kebaruan dalam bentuk dan isi. Bisa jadi, harapan ini meleset. Tetapi kami masih berharap mendapat novel yang wajar: ditulis dengan keterampilan yang cukup dan bisa dinikmati sebagai novel. Ya, kami masih akan berharap hingga Dewan Juri mengumumkan para pemenang.

Kami yakin sayembara menulis novel masih merupakan program yang penting dalam menumbuh-kembangkan tradisi penulisan novel berbahasa Indonesia. Karena itu, marilah kita saksikan bersama-sama “Malam Anugerah Sayembara Menulis Novel DKJ 2008”. Mari.

Salam,

Zen Hae
Ketua Komite Sastra

Untuk keterangan lebih lanjut sila hubungi Sdr. Angka 08159437834

Klik http://www.dkj.or.id untuk melihat agenda kegiatan Dewan Kesenian Jakarta