Yang Disahut Hantu Pesisir
—sayyid madany syani

kita menjelma angin dan bertemu di datar padang
sebab kau telah jauh disahut hantu pesisir dan aku erat
dikebat penghuni lembah. berapa panas-berapa hujan yang
telah menimbulkan endapan keras di tanah padang
hingga bunyi yang lindap-padam muncul
menjadi pertanda bagi cuaca garang (bunyi yang
bakal menyimpulkan bait ingatan)

kau yang telah jauh disahut hantu pesisir dan aku erat dikebat
penghuni lembah, kita bertemu di jalanan padang, menyanyikan
symponi kabut yang lama menutup pandang.

dan bersiaplah untuk menakar air yang bakal luruh sepanjang
tahun, dari gabak langit, sebab nyanyian kita merupa do’a
merupa ayat-ayat penuntutan bagi gaibnya pasukan langit

Harau, 2008

Yang Berakar dari Lembah
—gus tf

sebab segala sesuatu berakar dari lembah, dari lembab
yang mengendapkan bunyi batang air, dari kabut yang
menyurukkan jatuhan batu bukit, tapi siapakah yang
sanggup menumbuhkan segalanya itu utuh dalam kepala?

yang berakar dari lembah, yang meyuratkan segala
sesuatunya tentang lembah. sebab itu cuma hikayat
(serupa tambo) yang memautkan sejarah mirip ayat langit
“agar segalanya tak merasa pernah dilumpuhkan gagap!”

Harau, 2008

Yang Bersahutan dari Tanjung
—Jimmy Maruly Alfian (episode rashomon)

sepasang kekasih
saling berebut maut di ujung tanjung
sepasang kekasih
saling menghela kalut dari arah laut
sepasang kekasih
saling menikam sayang dengan tajam kerang
sepasang kekasih
tak jadi berpadu sebab malam dipasung badai

tapi siapakah gerangan yang berani bersahutan dari
ujung tanjung? (tempat para hantu
menanggalkan kepalanya)

kulihat ada seseorang yang ketakutan, ia meyuruk dibalik
rimbun rumpun betung sambil memanggul pisau panjang
yang karatan. ia menatap ke arah angin datang dan
berseru, “hei tuan yang berparas hantu, raja para rompak
dan bandit, dimanakah si sayang dimakamkan setelah kau
selesai berucap: kumaling jantungmu!”

Harau, 2008