Jalan Air

air itu telah jatuh ke atap, menggesek cucuran tua yang retak

“adakah dirimu terus melepas senja di tiap penanggalannya

berucap berang pada pesisir panjang sambil memangku sebongkah

hilang yang parah sakitnya?” dan bait terakhir dari pesanmu,

pesan yang menjelmakan sekepal cinta tanah liat, yang melepas lunak

jadi keramik. berhari-hari diam di pembakaran hingga keras

dan akhirnya pecah seketika nafas bunga padimu merbak

membikin gatal tenggorokanku. ucap yang salah

penyebab aku tak jadi marapulai-serupa cakap kita di tepian mandi.

tetap kupanggil kau anak dara. perempuan yang turun dari pelaminan

beludru merah bertabur bunga emas. perempuan yang berjalan pelan

turun dari jenjang rumah gadang, menuju halaman, dan mematah tampuk

daun sirih. o, mak… terus saja kupanggil kau anak dara.

di raungku yang lindap sebab riuh bunyi tasa dan rebana

orang-orang menarikan sepiku. menabuh rinduku akan pelaminan.

baiknya kukunyah juga campuran tuba dalam carano

biar menyembur merah bibirmu ke galauku. kusapa kau saat melengah

di halaman. perlahan tumbuh dedaunan emas, menjulang di kepalamu

menjuntai. mencucuk aku yang bermimpi jadi marapulai.

Kandangpadati, 2007
Pelaminan

“adakah dirimu terus melepas senja di tiap penanggalannya

berucap berang pada pesisir panjang sambil memangku sebongkah

hilang yang parah sakitnya?” dan bait terakhir dari pesanmu,

pesan yang menjelmakan sekepal cinta tanah liat, yang melepas lunak

jadi keramik. berhari-hari diam di pembakaran hingga keras

dan akhirnya pecah seketika nafas bunga padimu merbak

membikin gatal tenggorokanku. ucap yang salah

penyebab aku tak jadi marapulai-serupa cakap kita di tepian mandi.

tetap kupanggil kau anak dara. perempuan yang turun dari pelaminan

beludru merah bertabur bunga emas. perempuan yang berjalan pelan

turun dari jenjang rumah gadang, menuju halaman, dan mematah tampuk

daun sirih. o, mak… terus saja kupanggil kau anak dara.

di raungku yang lindap sebab riuh bunyi tasa dan rebana

orang-orang menarikan sepiku. menabuh rinduku akan pelaminan.

baiknya kukunyah juga campuran tuba dalam carano

biar menyembur merah bibirmu ke galauku. kusapa kau saat melengah

di halaman. perlahan tumbuh dedaunan emas, menjulang di kepalamu

menjuntai. mencucuk aku yang bermimpi jadi marapulai.

Kandangpadati, 2007

Iklan