13 juli sampai 29 agustus 2008 kemarin saya mengikuti program KKN Universitas Andalas di kenagarian Solok Bio-bio, kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat—yang mana program ini untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan sebanya 110 sks. Suatu kali saya diundang oleh guru-guru SD 02 di nagari tersebut untuk emmberika materi pelajaran Sastra dan Bahasa Indonesia.
Di Nagari (Kampung) tersebut anak-anak SD (kata gurunya) kurang fasih berbahasa Indonesia walaupun gurunya berusaha untuk mengjak mereka untuk berbahasa Indonesia. Tapi saja jadi bingung, kampung dengan lembah yang menutupi, dengan berbagai kekayaan alam, dan tiap rumah penduduk di sana mempunyai parabola dengan siaran yang lengkap. Masa tidak biisa atau mau berhasa indonesia.
Tapi saya sering mendengar istilah-istilah “Plis dong ah..” yang diucapkan oleh anak SD di sana, sering sekali. Ah.. mestinay mereka berani untuk berucap sesuatu yang lain dengan bahasa indonesia. Mengenai materi yang akan saya ajarkan tadi, saja cukup bingung, saya bolak-balik bahan ajar yang diberikan oleh guru SD tersebut. Ya… saya jadi tambah bingung harus mengajarkan apa pada anak-anak SD tersebut. Jadinya, saya suruh mereka bikin puisi. Di balik ketidak kenalan mereka dengan “Chairil Anwar,” inilah puisi-puisi yang mereka buat:

PUISI ZULFIKRI
Berpacu Dengan Waktu

ujian sudah diambang mata
setumpuk buku belum terbaca
berharap semua segera dibuka

memanfaatkan waktu selagi ada
jangan biarkan berlalu sia-sia
waktu tinggal sekejap mata

ayo belajar bersama
raih prestasi setinggi-tingginya
tanda bakti kepada ayah bunda
juga kepada bapak dan ibu guru semua

PUISI ZULFIKRI
Hati yang Gundah

hatiku gundah
aku gelisah
mengapa?

aku tak tahu
aku sedih tiba-tiba
hatiku jadi pedih
mungkin karena nilaiku jelek
aku takut. ibu akan kecewa
dan sedih juga
karnanya

PUISI JALI SATRIA NADA
Balpoin

penaku kau sangat kubutuhkan
untuk belajar di sekolah
kau tahu semua isi hatiku
kau sangat dibutuhkan semua anak sekolah
untuk menuliskan semua
isi hatinya. penaku kau berbentuk kecil
dan panjang
warnamu hitam
kau kubawa setia
pagi saat kupergi sekolah

PUISI MERI GUSHENDRI
Kantuk

kantuk datang
tanpa kuundang
padahal aku harus belajar
hati perang
terus belajar
aku berhenti dan tidur!

tapi petang itu
hanya sebentar saja
sebab…
sesaat baru belajar
aku telah mendengkur
aku terbangun ketika
tengah kesemutan

PUISI AHLAN KURNIAWAN
Matahari

kau sudah muncul
cahayamu yang terang

hari yang gelap menjadi terang
udara yang dingin menjadi panas
berkatmu aku jadi tidak kedinginan
terimakasih wahai matahari

PUISI TOMI ANTA NOFALON
Nelayan

Nelayan
Di sore hari yang cerah
Kau pergi melaut
Dengan hati gembira

Di malam hari yang gelap gulita
Kau menangkap ikan
Dengan hati gembira
Tanpa tidur dan istirahat

Di pagi hari yang cerah
Dengan senang hati
Kau membawa pulang tangkapanmu

PUISI NUR ARIVA WULAN
Guruku

di pagi hari yang cerah
kau pergi ke sekolah
untuk mengajarkan murid-muridmu
setiba di sekolah jam 7:30

kau membunyikan lonceng
untuk menghimbau murid-muridmu
untuk berbaris

setelah berbaris kau
mengajar murid-muridmu
di dalam kelas
dengan jerih payahmu

kau mengajar murid-muridmu
dengan senang hati
guruku kusangat kagum padamu
wahai guruku yang pahlawan
tanpa tanda jasa

PUISI LAILATUL RAMADHANI
Gunung dan Hutan

Gunugn yang hijau
Alangkah indahnya dirimu
Engkau memberi ketenangan
dan gelisah orang-orang

Setiap orang memandangmu
hatinya terasa sangat senang
Gunugn dan hutan
berikan ketenangan masyarakat

PUISI RINI JUWITA WATI
Buku

aku senang membaca buku
karena buku sumber ilmu
setiap hari aku sempatkan baca buku
agar ilmu bertambah

di buku aku temukan setumpuk ilmu
dalam buku cerita ada kelucuan
entah itu dalam gambar atau cerita
buku, engkau sungguh berjasa
bagiku dan bagi semua orang

aku hanaya ingin berpesan
anggaplah buku sebagai teman
terima kasih buku

PUISI AMI KURNIA
Pedagang Sayur Keliling

ketika ufuk timur menyingsing
kau telah pergi meninggalkan pasar
kau telusuri jalan-jalan
untuk menjual daganganmu

kau sediakan segala kebutuhan
sayur, buah dan segalanya
tertaih-tatih gerobakmu
kau telusuri jalan-jalan

terima kasih hai pedagangku
berkat jasamu kami bisa
makan sayuran segar

PUISI YOZI SAPUTRA
Guru

bila mentari muncul
kau kayuh sepeda tuamu
menempuh jalan yang berliku
mengejar ketepatan waktu

kalau matahari menyegar kulit
kau kayuh sepeda tuamu
lapar dahaga menjadi satu
demi anak didik lebih maju

itulah pengorbananmu
wahai bapak guruku
jasamu takkan
kulupakan sampai besar nanti

PUISI GUSMIRAWATI
Gunung

Gunung yang hijau
Alangkah indahnya dirimu
Engkau memberi ketenangan
Dan gelisah orang-orang
Dikarnakan keadaanmu
Yang semakin tak menentu

Gunung, engkau juga ciptaan Tuhan
engkau dikelilingi hutan lebat
Hutan dapat meberikan hasil-hasil alam
Wahai, manusia, jagalah kelestariannya

Hutan merupakan paru-paru dunia
Jangan ganggu hutan kita

PUISI RAVIKA PERMATA SARI
Buku Cerita

sebuah buku
tertata rapi di atas meja
aku senang membaca buku
karna buku sangat penting bagi kita

wahai buku betapa besar jasamu
karnamu kami bisa menuntut ilmu
walaupun ke negri cina

buku kan kukenang
slalu jasamu
terima kasih
wahai buku

PUISI GITA ANGGELA PUTRI
Bunga Melati dan Kupu-kupu

Bunga…
Bunga yang indah
Aku kagum padamu
Baumu sangat harum
Madumu disukai kupu-kupu

Bunga…
Bunga yang indah
Kau selalu dikelilingi kupu-kupu
Dan selalu mengicap madumu
Wahai bunga melati yang cantik
Berkatmu kupu-kupu ada makanan

PUISI ISRA NULYANA
Bunga Mawar

pada pagi hari
aku pergi ke taman bunga
aku melihat bunga mawar
yang sedang berbunga

alangkah senangnya hatiku
kupu-kupu dan juga kumbang
berterbangan di sekitar
taman bunga
dan ada kupu-kupu
yang hinggap di bunga
dan menghisap madu bunga

nb: semua puisi ini adalah karya dari anak kelas 6 (enam) SDN 02 Solok Bio-Bio, Kec. Harau, Kab. Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Mereka tidak mengenal Chairil Anwar tapimereka mau membuat puisi. Semoga saja semangat mereka untuk bersekolah terus terdorong dan semoga mereka akan terus berpuisi, meski tak jadi kata, cuma di hati.