—pinto anugrah

di tarok, benar-benar kincir memutar air bandar
kincir menumbuk aroma kopi robusta

dan sesuatu tengah terjadi dengan tuahmu, semacam
perhelatan yang tak jadi, sebab rumah gadang patah
tonggak dan orang-orang gugup untuk memasangkan
salempang buat badanmu. di jalanan kampung, para
gadis menjujung bakul pandan berisi beras tanak
sedangkan di gelanggang para bujang sibuk menyabung
ayam jantan, aroma tuak dan tembakau setengah basah
menyeruak, ah, sesuatu tengah terjadi dengan
rumah gadang. tonggak tua patah , sedang kayu
pengganti masih diendapkan di dalam lubuk lembah harau

Harau, 2008