—indrian koto

yang terseret dari pesisir, sesuara sakit dari kampung pantai
dimana wangi gulai ikan dan pucuk ubi membumbung dari
tungku kayu. sesuara itu menghimbau, “buyung, kaji sudah
selesai dibaca, laut sudah dirapal lengkap dengan kejadian
ombak. tapi kapan bagan ditepikan, kapan pukat dihela?

sesiapa yang membunyikan sesuara itu, dengungnya melebihi
bising kota, seraknya membuat binal malam makin terkutuk
dan sakit itu makin menyeru untuk sesuatu yang diamsal rindu

yang terseret dari pesisir, itu rindu jauh berbunyi, jauh di sebalik
lapis bukit, jauh dari segala aroma yang menandakan laut

Harau, 2008

Iklan