—iyut fitra

entah kemana burung itu pergi melepas sayap

saat ia merasa tubuhnya telah tua. jalur-jalur pelayaran

dimakamkan angin, tak ada lagi sesuatu yang membuatnya

ingin bertamu ke hunian yang lebih baik. tapi siapakah

gerangan yang sanggup mencari bagian tubuhnya

yang telah lebur diamuk jatuh?

begitu juga aku yang melihat dirimu, sekian lama berlayar

dalam puisi dan kini seolah mencabut sayap bagi pelayaran lama

pelayaran yang dulu selalu kau karibkan dengan lengang jalan.

o… laut dikutuk maut, jalanan direbut kerumunan orang yang ingin

segera ingin mencapai ujung. tapi kini dimana gerangan

puisi tentang kekasih kecil digeletarkan?

(kulihat seorang perempuan tua, mungkin itu ibu, yang

mengutukmu untuk tak kembali pada jalan puisi)

Harau, 2008