—romi zarman

seberapa sanggupkah jarum jam mampu berkejaran
menghitung waktu yang disesatkan jalanan rantau?
barangkali cuma diketuknya tiap angka, dipilinnya
tiap bunyi sakit yang menandakan pertukaran jam.
akan terus diseretnya kau (tentu saja oleh waktu) ke
masa yang bakal tak bisa dirapal lagi dengan ribuan
kalimat purba. macam tandan pisang, macam kayu
gadang, macam bau gulai pucuk ubi, macam… ah

kau yang dihela jam rantau, barangkali akan mengerti
tentang itu rantau, dimana tuah didebukan sebuah jarak

kau yang dihela jam rantau, barangkali akan mengendap
ke dalam lunak tanah rantau, tempat segala sesat disayangkan

Harau, 2008