—lupita lukman

sebegitu hafalnya kau dengan gubuk tua di kaki bukit itu hingga kau tak ragu menyerukan sesuatu yang beranjak dari betung

sementara dari arah laut kudengar kepak sayap balam yang tengah berkabar, tentang kau, yang berlari menuju tanjung, yang beranjak menuju hilang, tapi sepimu mengendap ke arah kabut yang turun pelan (dan tentunya dingin tak berani menelantarkanmu)

kudengar dari jauh sesuara yang patah-patah tersangkut batang meranti, tapi kau tetap tak mengerti bahwa segalanya berharap kau kembali, berharap kau tak beranjak dari gubuk kaki bukit

Harau, 2008