Archives for category: Sajak-sajak Buat Beberapa Nama


—pinto anugrah

di tarok, benar-benar kincir memutar air bandar
kincir menumbuk aroma kopi robusta Baca entri selengkapnya »


—sayyid madany syani

kita menjelma angin dan bertemu di datar padang
sebab kau telah jauh disahut hantu pesisir dan aku erat
dikebat penghuni lembah. berapa panas-berapa hujan yang Baca entri selengkapnya »

—zinda ruud purnama

aku tak mengerti

kenapa puisi terus berputar

melewati bola matamu

yang kini dibuncahi

bayangan lekaki kayu

Baca entri selengkapnya »

—sangdenai

kelokan jalan bukittinggi masih begitu, lembah berpunggung dingin, batang air menanak batu, dan kabut masih saja menyembunyikan Baca entri selengkapnya »

—ahda imran

angin lembah angin penghormatan

sebab dinginnya menghela kabut ke arah langit

Baca entri selengkapnya »

ira di bukittinggi (diambil dari blog indrian koto)

Foto: ira di bukittinggi (diambil dari blog indrian koto)

—ira komang puspita

“dan waktu padam seketika ingatanmu belum selesai

mengendapkan bunyi tetes air jatuh dari daun kemumu.”

sebagaimana datang tampak muka dan pergi tampak punggung

Baca entri selengkapnya »

—iyut fitra

entah kemana burung itu pergi melepas sayap

saat ia merasa tubuhnya telah tua. jalur-jalur pelayaran

dimakamkan angin, tak ada lagi sesuatu yang membuatnya

ingin bertamu ke hunian yang lebih baik. tapi siapakah Baca entri selengkapnya »

—lupita lukman

sebegitu hafalnya kau dengan gubuk tua di kaki bukit itu hingga kau tak ragu menyerukan sesuatu yang beranjak dari betung

Baca entri selengkapnya »

Foto Ini diambil dari Blog Fina Sato

Foto Ini diambil dari Blog Fina Sato

—fina sato

*
barangkali ‘kan kau dengar sesuara yang tiba menuba
terhela angin lembah harau, sebab segala tumbuh melahirkan bunyi kayu
melahirkan geletar sengau getah matoa hingga padam wangi gaharu.
barangkali ‘kan kau dengar sesuara yang tiba menghiba Baca entri selengkapnya »

Inggit Putria Marga dalam Pementasan "Rashomon" (Kober) di Taman Budaya Sumbar, Padang.

Inggit Putria Marga dalam Pementasan

—inggit putria marga (fragmen rashomon)

suaramu disetubuhi rumpun bambu,

dalam malam,

lelaki bersamurai panjang diam menyaksikan

Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.