Diarsipkan di bawah: sajak perjalanan
sebab ricik air adalah helaan suara dari bukit
lampu, sebab segala tumbuh dihela suara bukit
lampu
kalau kau dengar, suara itu. yang muncul dari
bukit lampu. tentunya kau tak ingin menyegerakan
diri untuk pergi mencapai batu karang dimana suar
olanda terus memutar cahaya
kalau kau dengar, suara itu. yang muncul dari (lagi…)
Diarsipkan di bawah: sajak-sajak yang sudah terbit
kau lepas lembah arau kau lepas lembah anai
ingatanmu gumpal di lekuk tebing di landai pantai
*
kami lepas lambai kau ingatlah panjang jalan
sajak harum bakal orang mencium titip di tiap kelokan
dan bunyi saluang dan tuah dendang bawalah
agar kau ingat pada ranah tempat raja pernah bertitah
*
di bukit jirek nan penuh jejak sepatu orang-orang bersenapan
kau ceritakan muasal sakit nasi kapau dalam tiap suapan
kami lepas lambai kau ingatlah panjang jalan
tentang tuan yang merebus daun kopi agar dibiarkan
dan bunyi ketipak terompak kuda penarik bendi
suatu kali bakal jadi gaungan lindap dalam setiap diri
*
agar kau nikmat agar kita bersua di lain masa
simpan dulu pandangan lama lepas dulu kedipan mata
isyarat pecah bulan dan terserak di batang kuranji
kulantunkan itu dendang agar kau tak memutus tali
kami lepas lambai kau ingatlah panjang jalan
dari penyeberangan bakal tersiar kabar persuaan
dan melupa dulu melupalah dulu tiap kelokan yang diingat
biar mengurung itu rindu lalu jadi buncah yang teramat
Kandangpadati, 2008

