Diarsipkan di bawah: sajak perjalanan
foto: disumbangkan oleh faiz moh. untuk kelansungan blog ini
Yang Terseret dari Pesisir
—indrian koto
yang terseret dari pesisir, sesuara sakit dari kampung pantai
dimana wangi gulai ikan dan pucuk ubi membumbung dari
tungku kayu. sesuara itu menghimbau, “buyung, kaji sudah
selesai dibaca, laut sudah dirapal lengkap dengan kejadian
ombak. tapi kapan kapan bagan ditepikan, kapan pukat dihela?
sesiapa yang membunyikan sesuara itu, dengungnya melebihi
bising kota, seraknya membuat binal malam makin terkutuk
dan sakit itu makin menyeru untuk sesuatu yang diamsal rindu
yang terseret dari pesisir, itu rindu jauh berbunyi, jauh di sebalik
lapis bukit, jauh dari segala aroma yang menandakan laut
Harau, 2008
Yang Dihela Jam Rantau
—romi zarman
seberapa sanggupkah jarum jam mampu berkejaran
menghitung waktu yang disesatkan jalanan rantau?
barangkali cuma diketuknya tiap angka, dipilinnya
tiap bunyi sakit yang menandakan pertukaran jam.
akan terus diseretnya kau (tentu saja oleh waktu) ke
masa yang bakal tak bisa dirapal lagi dengan ribuan
kalimat purba. macam tandan pisang, macam kayu
gadang, macam bau gulai pucuk ubi, macam… ah
kau yang dihela jam rantau, barangkali akan mengerti
tentang itu rantau, dimana tuah didebukan sebuah jarak
kau yang dihela jam rantau, barangkali akan mengendap
ke dalam lunak tanah rantau, tempat segala sesat (lagi…)
